My Oneiric Ocelot

What we want is something imaginative, something dreamy. Something sleek and neat, too. Something that has all the precision of T S Elliot’s poetry, matched with the “effable ineffability” of our shared values, friendship and expertise. Something that captures both the competence of ubuntu-devel with the imagination of ayatana – Mark Shuttleworth (about Oneiric Ocelot)

Oneiric : Dreamy

Ocelot  : Dwarf Leopard from south America.

Ocelot

Sebenarnya, Linux yang pertamakali saya pakai adalah yang jenis Mandriva (udah lupa serinya). Setelah itu baru beralih ke Ubuntu. Dulu waktu masih di PC dan Laptop yang lama, pernah install Hardy Heron lalu Intrepid Ibex. Inget pernah ngotot-ngototan ama temen gara-gara default wallpapernya si Intrepid Ibex. Saya bilang itu domba, temen saya bilang gambar singa (:oon berdua:) padahal namanya aja Ibex. Berarti itu hewan ibex yah. :hammer:

Semenjak itu saya termasuk jadi penggemar tetap Ubuntu. Sempat kelewat tiga rilisan (Jaunty, Karmic, dan Lucid), hingga akhirnya selalu update, dari Maverick, Natty, hingga sekarang Oneiric Ocelot(Merhatiin gak nama rilisannya tu alphabetical order.. HIJKLMNO). Berhubung rilisannya keluar tiap bulan april dan oktober, saya jadi tukang update OS. Dua kali setahun update OS. Padahal si Linuxnya cuma dipakai buat daily computing. Gambar-gambar, OL, dengerin musik, nonton streaming, ngetik, (nggak ada yang istimewa). Tapi tetep aja ketagihan update OS yang boros benwit. :hammer lagi:

Awalnya saya suka-suka aja dengan Ubuntu yang GNOME based. Namun semenjak si Natty Narwhal, tampilan Ubuntu defaultnya adalah Unity (pilihan GNOME-nya masih ada sih). Waktu itu, Unity yang warna defaultnya hitam dan belum bisa diganti-ganti; sukses membuat saya kecewa. Warna default hitam itu terlalu suram dan tidak cocok untuk pembosan tingkat tinggi. Akhirnya saya KDE-kan saja si Natty Narwhal dengan menambah beberapa package yang commandnya copas dari google. Bagus sih tapi sering crash. Ujung-ujungnya saya bongkar lagi si Natty dan beralih ke rilisan “KDE resmi” Kubuntu. Namanya kedengeran aneh yaa… Kubuntu, bukan berarti saya buntu. Tapi K-Ubuntu artinya KDE-Ubuntu alias Ubuntu dengan tampilan KDE.

KDE ini paling enak dipakai. Semua sebisa mungkin di-GUI-kan. Cukup cocok untuk orang seperti saya yang memang sudah malas berhadapan dengan shell. Tampilannya eye candy gitu; glassy glossy cling-cling. Dan berhubung saya selalu suka dengan gaya minimalis dari MacOS X, saya buatlah si Kubuntu ini semirip mungkin dengan MacOS X yang di sekolahan; lengkap dengan animasi lampu aladinnya (dengan desktop bersih dan tambahan Cairo Dock a la MacOS X di bawahnya). Gadget-gadget bawaan dari si KDE-nya saya singkirkan sahaja.

Daaan…Inilah dia Oneiric Ocelot saya…

(Kalau gambar-gambar ini di klik bisa jadi slideshow kaya di Facebook loh)

Cantik kan? Kekurangannya sih, namanya OS gratisan, pasti masih agak banyak bug dan crash sana sini. Tapi sejauh bug dan crashnya masih bisa kehandle, ya nggakpapalah. Hohohohoho.

Yang baru di Kubuntu 11.10 ya si Muon Package Manager dan Muon Software Center. Tampilan defaultnya masih Horos, nggak ganti-ganti. Terpaksa deh ganti sendiri; soalnya Horos mengingatkan saya pada Horus dan bikin ngeri. Sisanya kebanyakan masih sama… termasuk Libre Office, Amarok, Dolphin, dkk. (Btw Dolphinnya keliatan lebih shiny gitu). Sejauh ini kebanyakan aplikasi yang sering saya pakai running dengan lancar di Oneiric. Alhamdulillah.

Ada sih satu masalah waktu running Zekr... ada message kaya gini nih:

org.eclipse.swt.SWTError: No more handles [Could not detect registered
XULRunner to use]
at org.eclipse.swt.SWT.error(SWT.java:4308)
at org.eclipse.swt.browser.Mozilla.create(Mozilla.java:683)
at org.eclipse.swt.browser.Browser.(Browser.java:96)
at net.sf.zekr.ui.QuranForm.makeFrame(QuranForm.java:475)
at net.sf.zekr.ui.QuranForm.init(QuranForm.java:300)
at net.sf.zekr.ui.QuranForm.(QuranForm.java:278)
at net.sf.zekr.ZekrMain.startZekr(ZekrMain.java:51)
at net.sf.zekr.ZekrMain.main(ZekrMain.java:91)

Pas cari di google, ternyata katanya tinggal diedit ini nih

sudo kate ~/.zekr/config/config.properties

trus ada tulisan

options.browser.useMozilla = true

ganti jadi

options.browser.useMozilla = false

Hahaha… segitu doang langsung lancar lagi coba, :hammer:

Alhamdulillah lagi deh…

Satu kekurangan yang sejauh ini belum ada solusinya, adalah belum ada iTunes versi linux. Ada sih exaile plugin yang bisa buat transfer musik; tapi kan iTunes more than buat transfer musik doang. Macem-macem gunanya; mulai dari install software, update iOS, sampai download podcasts. Mau jailbreak si iOS males juga… mau nginstal wine tambah males lagi. Hoho.

Katanya sih (kalau liat-liat di review internet), ada yang punya masalah dengan FTP gara-gara si Oneiric. Tapi saya belum tahu juga. Soalnya saya nggak pakai FTP-FTPan. Kan saya sudah bilang mainan linux cuma buat daily computing aja. Sejauh ini sih saya bilang cukup memuaskan. Dan memanjakan mata.

Yuk cobain pakai K-Ubuntu ;)

4 thoughts on “My Oneiric Ocelot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s